Rabu, 01 Februari 2012

Kilas Balik >> Penanaman Pohon

Sabtu (14 Januari 2012), Satoejiwa dipercaya sebagai EO kegiatan penanaman pohon aren dan juga tanaman langka yang diselenggarakan oleh pihak Perhutani, Dinas Kehutanan, dan IPKINDO. Kegiatan dilangsungkan di gunung Andong. Dimulai pukul 5 sore para peserta mulai berdatangan dan melakukan registrasi sebesar Rp 5.000,- dengan fasilitas piagam dan juga sticker kegiatan. Para peserta barasal dari perwakilan team-team pecinta alam disekitar wilayah Magelang seperti Atmosphere, Pagar, Lare Camp, Pumapala, Purba, Stupa, Cospalla, Together Adventure, Yomesthi, Trisala, Ayodya, Bramahardika, Simpatisan, CS3, SMK Masehi, Rekapala, dan juga dari rekan-rekan freeland. Acara resmi pukul 8 malam dengan pemutaran film dokumenter dari Dinas Kehutanan, kegiatan nonton bareng juga diramaikan oleh penduduk disekitar dusun sawit yang digunakan sebagai basecamp acara tersebut.
Setelah pemutaran film peserta kembali ke rumah Pak Kadus dusun Sawit (basecamp) untuk melakukan packing dan persiapan pendakian.
pukul 22.00 upacara pelepasan dilaksanakan didepan basecamp dan dilakukan penyerahan bibit (simbolis) dari pihak Perhutani dan Dinas Kehutanan kepada perwakilan peserta. 22.30 peserta melakukan pendakian dengan masing-masing peserta membawa bibit pohon yang telah disediakan panitia ke gunung Andong. Peserta terbagi di 2 tempat untuk melakukan camp yaitu di area watu pocong dan puncak.
Pada pagi hari sekitar pukul 9 peserta melakukan penanaman disekitar pos I dan juga disekitar lereng-lereng.
Pukul 12.30 peserta mulai turun dan kembali ke basecamp. Acara resmi ditutup pukul 13.30 dengan upacara penutupan dan pembagian piagam dan sticker.
**
 Upacara pelepasan dan penyerahan bibit tanaman


 Upacara penutupan
 Panitia dari Satoejiwa
Pihak penyelenggara (Perhutani, Dinas Kehutanan, dan IPKINDO)

Selasa, 31 Januari 2012

Kilas Balik >> Pelantikan anggota baru 2011

Magelang (10 Desember 2011), team Satoejiwa mengadakan acara pelantikan 2 orang anggota baru yaitu sdr. Danang Setyoko dan sdr. Khoerudin yang diselenggarakan di Gunung Andong-Magelang.
Acara tersebut diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Gunung Internasional (11 Desember), dan dihadiri oleh rekan-rekan perwakilan dari team-team pecinta alam sekitar wilayah Magelang. 
Kedua peserta pelantikan wajib menjalani tugas dari team yaitu menelusuri gunung melewati jalur liar hingga bisa sampai ke puncak. Tujuan dari tugas tersebut adalah agar peserta dapat memahami situasi dimana saat berada dialam liar dan bagaimana cara agar bisa keluar dari tempat tersebut dan tak lupa untuk saling bekerja sama dengan rekan kerja. Kedua peserta menempuh perjalanan dengan waktu dari garis start-finish selama kurang lebih 3,5 jam. 
Sebelumnya juga ada pelantikan 2 anggota baru yaitu sdri. Widya dan sdri. Etha didampingi oleh sdr. Adi pada 10 Juli 2011 dengan waktu tempuh 7,5 jam.
**

Salam

Salam Lestari.....!!!
Puji syukur kepada Tuhan atas limpahan kasih karunia-Nya sehingga kita masih bisa kembali menghirup nafas kehidupan di awal bulan Februari ini..
Admin meminta maaf apabila blog ini baru mulai terealisasikan sekarang..
Tujuan dari pembuatan blog ini adalah sebagai sarana aspirasi para anggota Satoejiwa Adventure entah itu keluh kesah, pendapat-pendapat ataupun sebagai tempat untuk berbagi pengalaman dan cerita-cerita tentang petualangan...
Bagi yang ingin mengenal lebih jauh tentang Satoejiwa Adventure bisa klik kami di Facebook.

**

Minggu, 25 Desember 2011

Tips mendaki gunung berikut buat para pendaki pemula


Tips mendaki gunung berikut buat para pendaki pemula. Meskipun buat para pendaki yang sudah terbiasa mendaki gunung tidak ada salahnya untuk mengikuti tips-tips berikut. Inti dari kegiatan pendakian gunung untuk menikmati dan mensyukuri keindahan alam tanpa merusak dan menyakiti gunung itu sendiri dan diri sendiri sebagai pendaki. Saya biasa menyebutkannya sebagai menikmati tanpa menyakiti.
Mendaki gunung merupakan salah satu hobi yang kian hari kian marak dan banyak digemari.Kegiatan pendakian gunung, sebagaimana kegiatan di alam bebas lainnya, selalu penuh petulangan yang menantang, bahkan terkadang ekstrim.
Lantaran itu, dalam melakukan pendakian gunung, seorang pendaki musti melakukan persiapan yang matang. Jangan sampai kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan pengalaman dan kepuasan diri ini berakibat yang merugikan buat diri pendaki dan alam (lingkungan hidup). Tips-tips mendaki gunung buat pendaki pemula berikut mungkin sedikit membantu persiapan pendakian gunung tersebut.
Tips Mendaki Gunung untuk Pemula. Untuk mendaki gunung, beberapa hal (tips) yang harus diperhatikan antara lain:
  • Perencanaan pendakian
Tips pertama adalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang. Pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, jangka waktu, akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan. Jangan lupa untuk mendapatkan ijin resmi dari pihak-pihak terkait (termasuk orang tua atau pacar).
  • Kesiapan fisik dan mental
Tips selanjutnya adalah mempersiapkan fisik dan mental seperti dengan melakukan olah raga secara rutin.
  • Penguasaan medan dan rute
Penguasaan medan dan rute merupakan sebuah hal yang sangat penting. Paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung musti ada lebih dari satu orang yang benar-benar telah menguasai medan dan hapal rute pendakian.
  • Perlengkapan yang mencukupi tapi tidak memberatkan
Membawa perlengkapan yang mencukupi merupakan tips selanjutnya. Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Namun beberapa peralatan yang sangat penting diantaranya; tas rangsel khusus pendaki (carrier), sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag (kantong tidur), baju ganti, senter dan alat penerangan, korek api, tenda, kantong plastik, kompor dan peralatan masak mini, alat komunikasi (seperti hape), tempat air, dan peralatan survival dan obat-obatan.
Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier (tas rangsel) hendaknya dengan komposisi barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak, bukan di pinggang hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung
Barang-barang bawaan sbelum dimasukkan tas dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik. Tips ini untuk mencegah barang menjadi basah (berfungsi sebagai lapisan anti air) atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.
  • Bahan makanan yang mencukupi
Tips membawa makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol karena meskipun hangat namun minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
  • Memperoleh izin dan melapor pada Pos Pendakian
Sebelum pendakian dilakukan musti melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait terutama di Pos Pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.
  • Tidak merusak alam
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menyakiti alam tentu akan semakin indah. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandal), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti edelweiss), maupun membuang sampak nonorganik.
Sampah, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian hendaknya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di Pos Pendakian. Tips ini sesuai dengan semboyan yang biasanya dipegang oleh pencinta alam; jangan pernah meninggalkan apapun di gunung kecuali tapak kaki dan kenangan.
Jika selesai menyalakan api unggun, matikan hingga betul-betul padam termasuk bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Juga ketika membuang putung rokok, matikan dulu bara apinya. Ini untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.
Dengan melakukan tips-tips mendaki gunung di atas, pendakian yang dilakukan meskipun oleh pemula dapat terlaksana sesuai harapan dan terhindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat ataupun terkena hipotermia. Karena pada prinsipnya, sebuah pendakian gunung bukanlah sekedar untuk mencapai puncak gunung belaka, namun juga musti mampu kembali pulang.
Tips mendaki gunung untuk pemula ini beberapa kali saya sampaikan dalam latihan dasar pecinta alam dengan koreksi di sana-sini. Mungkin terdapat beberapa penggalan tips yang mirip artikel di situs lainnya yang sudah saya lupa alamatnya.

Naik Gunung dan Pembentukan Karakter


Banyak orang menganggap mendaki gunung adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu saja dan efeknya pun bersifat subjektif. Bahasa kasarnya, mendaki gunung adalah kegiatan bagi orang-orang yang “ kurang kerjaan “. Begitu skeptisnya pandangan banyak orang sehingga pendakian gunung sering dipandang kegiatan bagi sebuah komunitas saja.
Banyak yang bertanya “apa sih manfaatnya? Atau banyak yang bilang “ ah..Mereka Cuma cari sensasi “. Selain faktor keselamatan dimana pendakian gunung adalah sebuah kegiatan yang beresiko keselamatan jiwa sehingga banyak orang tua yang “belum mendukung” kegiatan putera-puterinya.
Tapi kegiatan pendakian gunung sejatinya adalah kegiatan yang sangat positif. Tentunya jika dilakukan dengan benar dan tepat. Berikut kita akan membahas pembentukan karakter melalui pendakian gunung yang mungkin pernah kita rasakan akan tetapi belum diresapi.
Salah satu efek dari orang mendaki gunung adalah menyehatkan. Sehat Fisik, Sehat mental ,sehat spiritual, dan membentuk nasionaslime yang sehat pula. Soe Hok Gie salah satu aktivis remaja Indonesia yang banyak menghabiskan waktunya diatas gunung mengakui bahwa pemuda yang sehat akan dapat berguna bagi bangsanya karena didalam tubuhnya terpancang nasionalisme yang sehat. Proses penyehatan ini tidak dapat dilakukan dengan hanya dengan slogan, hipokrasi atau dewasa ini melalui kesenangan-kesenangan semu.
Pernah nggak agan sekalian jika mendaki gunung merasakan setiap sifat asli kita muncul ke permukaan tanpa disadari. Di tengah beratnya beban yang di panggul, di tengah lelahnya tubuh, maka akan muncul sikap Egois, putus asa, apatis, mau menang sendiri,manja,mengeluh,menyesal..semuanya jadi satu. Disinilah letak pembentukan karakter tersebut. Setelah menyadari karakter itu muncul ke permukaan maka yang kita lakukan adalah mengendalikannya. Ya , mau tak mau di atas gunung kita harus mengendalikannya. Contohnya jika kita memiliki sikap apatis atau egois.
Kita sadar dalam perjalanan di atas gunung yang terpenting adalah kerjasama tim. Mungkin sekilo, dua kilo meter semuanya masih bisa jalan bersama, akan tetapi untuk kilo kilo berikutnya maka banyak team yang sudah terpencar. Ada yang anggota tim yang lemah dan ada yang kuat. Sering terjadi bencana kecelakaan dan tersesat adalah disaat tim terpisah-pisah dan terpencar. Nah disini “keapatisan” kita di uji. Jika kita berada di posisi yang kuat maka kita akan terganggu dengan gerak rekan kita yang lemah, kita akan merasa gerak rekan kita itu hanya mengahambat, merepotkan, maka kita akan mengambil sikap untuk meninggalkannya. Atau jika kita kita berada diposisi yang lemah, maka kita akan manja, menonjolakan kelemahan kita, dan tidak mau mengimbangi gerak tim. Disinilah semua di uji.
Jika sikap sikap itu tidak dikendalikan, maka bisa membahayakan jiwa masing masing. Salah satu contoh lagi, jika kita di tugaskan menjadi sweeper..eh sudah mau sampai puncak ada anggota tim yang ngedrop dan harus di bawa turun.,maka kita akan bertengkar dengan diri kita sendiri melawan ego untuk merelakan puncak demi tim.
Selain itu kemampuan manajerial baik fisik, logistik, waktu dan bahkan stress di uji ketika naik gunung. Semakin banyak pengalaman kita di gunung maka tingkat manajerial itu akan sangat terasah dan bisa kita bawa ke kehidupan kita sehari hari.
Nah, naik gunung ternyata bukan kegiatan mubadzir, bukan kegiatan yang kurang kerjaan.tapi sebaliknya kegiatan pendakian gunung adalah kegiatan yang sangat tepat untuk menemukan dan mengenali diri kita sendiri serta orang lain yang tentu tidak akan kita dapat pada kegiatan yang lain. Tentu jika kita melaksanakannya dengan baik dan benar.